Objek Wisata Air Terjun Widuri Grobogan Purwodadi Jawa Tengah – Widuri Waterfall




Bagi Anda yang mau berlibur murah meriah tetapi sangat berkesan, barangkali bisa menikmati indahnya air terjun yang ada di Grobogan. Ada dua obyek air terjun yang ada di wilayah itu. Dua-duanya sama bagusnya dan letaknya berada di pinggiran kawasan hutan.

Air terjun yang sudah dikenal lebih dulu adalah Air Terjun Widuri yang ada di Desa Kamadohbatur, Kecamatan Tawangharjo. Dari Jalan Raya Purwodadi-Blora, masih menempuh jarak sekitar 10 km ke utara.

Setelah melewati Desa Tarub dan Desa Godan akan sampai di Desa Kamadohbatur. Kendaraan roda empat maupun roda dua bisa berhenti mendekati lokasi wisata alam yang masih terlihat asri itu.

“Pemandangan disana memang menyenangkan. Terlebih airnya juga segar jadi kalau mandi bisa betah lama-lama,” ungkap Intan, warga Purwodadi yang sudah lima kali datang ke lokasi itu.

Lokasi air terjun ini berada di kawasan Pegunungan Kendeng Utara. Air terjun setinggi kurang lebih 40 meter itu konon kabarnya merupakan tempat mandi para bidadari. Hingga sekarang mitos tersebut masih dipercaya oleh banyak orang.

Selain mandi dan menikmati pemandangan, tempat ini juga sering dipakai kemah beberapa pecinta alam. Soalnya, di sekitar situ memang masih ada lahan yang memungkinkan untuk didirikan tenda.

Selain air terjun Widuri di Desa Kemadohbatur itu, di wilayah Grobogan masih punya obyek wisata air terjun lagi yang sangat menawan. Yakni, air terjun Gulingan di Desa Sedayu, Kecamatan Grobogan. Meski punya panorama indah namun sejauh ini belum banyak orang yang tahu keberadaan air terjun alami tersebut. Sejak beberapa tahun terakhir, pengunjung air terjun tersebut sebagian besar adalah warga di sekitar lokasi wisata tersebut.

Belum dikenalnya obyek wisata alam ini cukup beralasan. Sebab, lokasinya memang berada di pelosok hutan. Kemudian, untuk menuju kesana harus ditempuh dengan jalan kaki sekitar dua kilometer dari perkampungan penduduk terdekat. Atau jika punya keberanian, bisa juga naik motor hingga sisi atas air terjun melalui Dusun Tusong, Desa Sedayu.

“Harus saya akui, air terjun Gulingan memang indah sekali dan masih sangat alami. Saya hampir tiap minggu datang kesana bersama teman-teman untuk refresing,” ungkap Agung Setiyo Prabowo, warga Desa Sumberjatipohon, Kecamatan Grobogan.

Selain teman dari Grobogan, Agung mengaku juga beberapa kali mengantar teman dari luar kota menuju kesana. Antara lain, dari Tegal dan Semarang.

“Waktu saya kabari kalau ada air terjun bagus di Grobogan mereka semula tidak percaya. Setelah sampai sana, baru mereka mengakui kalau air terjun Gulingan memang luar biasa,” cetus Guru Penjaskes SDN 02 Sumberjatipohon itu.

Beberapa orang yang pernah berkunjung ke Gulingan berharap agar keberadaan air terjun ini dipromosikan lebih luas. Sebab, di obyek wisata ini, bisa juga digunakan untuk latihan panjat tebing, jelajah alam dan petualangan.

“Obyek wisata air terjun Gulingan ini memang punya nilai jual. Saya rasa, obyek ini perlu dipromosikan agar bisa mendatangkan pendapatan bagi warga setempat dan Pemkab Grobogan,” cetus anggota komunitas Grobogan Corner (GC) BM Asti yang sudah beberapa kali kesana.

Menurutnya, dari penelusuran yang dilakukan anggota GC ke lokasi belum lama ini, ada satu hal yang perlu dipersiapkan untuk mempromosikan air terjun setinggi 15 meter lebih itu. Yakni, perbaikan jalan masuk menuju Desa Sedayu dan jalan setapak menuju lokasi air terjun. Jika akses jalan ini bagus maka dengan sendirinya, jumlah pengunjung akan meningkat dari waktu ke waktu.

Sementara itu, Kabid Pariwisata Disporabudpar Grobogan Ngadino ketika dimintai komentarnya mengakui jika air terjun Gulingan memiliki pesona yang sangat menarik dan bisa mengundang minat wisatawan. Meski demikian, ada satu kendala yang dihadapi dalam mengelola air terjun tersebut terkait lokasi. Dimana, kawasan air terjun itu merupakan lahan milik Perum Perhutani Purwodadi.

“Mengenai obyek wisatanya memang sangat layak jual dan perlu dipromosikan biar lebih dikenal luas. Namun, untuk pengelolaannya perlu ada pembahasan antara Pemkab Grobogan dan Perhutani selaku pemilik kawasan,” ujarnya

source